Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatra sejak akhir November 2025 memicu gelombang solidaritas dari Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad). Melalui jaringan alumni lintas daerah dan dukungan relawan di lapangan, IKA Unpad bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan secara bertahap ke Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara—menjangkau wilayah terdampak, termasuk daerah-daerah yang sulit diakses.
Pada Rabu, 3 Desember 2025, IKA Unpad memulai penyaluran bantuan dengan menyasar langsung keluarga alumni Unpad yang terdampak banjir di Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pokok rumah tangga seperti beras, alat memasak, serta perlengkapan sekolah anak. Penyaluran dilakukan oleh Tim Tanggap Bencana IKA Unpad sebagai bentuk kepedulian internal alumni terhadap sesama keluarga besar Unpad yang terdampak langsung.
Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, relawan IKA Unpad hadir di sejumlah posko pengungsian sejak awal Desember 2025. Selain menyalurkan sembako dan kebutuhan harian, relawan juga membawa mainan serta alat tulis untuk anak-anak pengungsi. Kegiatan ini dilakukan bersama mahasiswa dari universitas setempat, menciptakan ruang bermain dan belajar sementara bagi anak-anak agar tetap ceria di tengah situasi darurat.
Kontribusi alumni Unpad juga tampak kuat di wilayah Aceh Tengah, khususnya Takengon, yang sempat terisolasi akibat terputusnya akses jalan, listrik, dan komunikasi. Melalui alumni yang berdomisili di lokasi, IKA Unpad menyalurkan bantuan pangan pokok seperti beras, mie instan, telur, sarden, serta makanan beku yang masih dapat diperoleh di daerah tersebut. Bantuan pakaian dalam bagi perempuan juga disalurkan untuk menjawab kebutuhan mendesak yang sering luput dari perhatian dalam situasi bencana.
Sementara itu, di Aceh Utara, Tim Rescue IKA Unpad bergerak menembus wilayah pedalaman sejak 3 Desember 2025. Selama lebih dari sepuluh hari, tim menyalurkan bantuan ke sejumlah desa yang terdampak parah dan belum tersentuh bantuan, termasuk di Kecamatan Sawang, Langkahan, Jambo Aye, hingga kawasan Bener Meriah dan Aceh Tamiang. Distribusi bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan hidup, terutama bagi warga yang belum dapat kembali ke rumah mereka.
Di Sumatera Utara, alumni Unpad juga bergerak secara mandiri menuju wilayah terdampak seperti Adian Koting, Tapanuli Utara, dan Aceh Singkil. Bantuan berupa beras, makanan cepat saji, selimut, serta kebutuhan bayi disalurkan langsung kepada warga, menyesuaikan kondisi lapangan yang menghadapi keterbatasan pasokan barang dan bahan bakar. Kehadiran alumni di lapangan membantu memastikan bantuan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat terdampak.
Selain distribusi logistik, kontribusi IKA Unpad mencakup layanan kesehatan dan pendampingan psikososial. Di Aceh Tengah dan Sumatera Barat, alumni dari latar belakang medis bersama mitra institusi pendidikan turun langsung memberikan layanan kesehatan dasar serta dukungan psikososial bagi anak-anak penyintas. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pemulihan fisik dan mental masyarakat pascabencana.
Rangkaian aksi ini menunjukkan bahwa kontribusi alumni Unpad tidak berhenti pada penggalangan dana, tetapi diwujudkan melalui kehadiran nyata di lapangan—menembus medan sulit, menghubungkan jalur bantuan, dan mendampingi warga dalam masa darurat hingga awal pemulihan. Melalui semangat gotong royong dan jejaring alumni yang tersebar di berbagai daerah, IKA Unpad terus mengajak seluruh alumni untuk berpartisipasi dalam membantu saudara-saudara di Sumatra agar dapat bangkit kembali.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan ini, IKA Unpad membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi alumni dan masyarakat yang ingin ikut membantu. Dukungan dapat diberikan melalui donasi dana maupun kontribusi barang untuk kegiatan kemanusiaan dan lelang solidaritas yang hasilnya akan disalurkan kepada penyintas bencana di Sumatra.
Informasi Donasi:
🏦 BCA 7750358335
a.n. Rani Wulansari Ariana
(Mohon tambahkan angka “3” di akhir nominal, contoh: Rp500.003)






