Alumni Unpad Berperan dalam Memperkuat Kolaborasi Pelaksanaan KKN 2026 untuk Penguatan Dampak Sosial

Jatinangor, 9 Januari 2026 — Universitas Padjadjaran kembali menegaskan peran alumni sebagai bagian penting dalam memperkuat kolaborasi dan penguatan dampak sosial melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Peran tersebut tercermin melalui keterlibatan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, yang merupakan alumni Universitas Padjadjaran, dalam kegiatan pelepasan 3.382 mahasiswa Unpad peserta KKN yang akan diterjunkan ke 203 desa di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang.

Pelepasan mahasiswa KKN dilaksanakan di halaman Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor pada Jumat, 9 Januari 2026. Kehadiran Dr. Herman Suryatman sebagai alumni Unpad mencerminkan kesinambungan kontribusi alumni dalam mendukung tri dharma perguruan tinggi, khususnya Kuliah Kerja Nyata sebagai pembelajaran mahasiswa di luar program studi , melalui penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang berorientasi pada dampak sosial.

Dalam sambutannya, Dr. Herman Suryatman menekankan bahwa kunci penanggulangan kemiskinan terletak pada dua hal utama, yaitu peningkatan pendapatan dan pengurangan beban pengeluaran masyarakat. Mahasiswa KKN diharapkan mampu berperan sebagai penghubung yang “menyeberangkan” masyarakat agar dapat mengakses peluang, meningkatkan literasi keluarga, serta memperkuat keterampilan hidup (life skills). Arahan tersebut menegaskan kontribusi alumni Unpad dalam membangun pendekatan kolaboratif yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D., menyampaikan bahwa KKN merupakan ruang pembelajaran kontekstual yang strategis bagi mahasiswa untuk memahami dinamika sosial secara langsung. Kegiatan KKN tidak hanya menjadi sarana pembelajaran di luar kelas, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Kontribusi alumni Unpad juga tercermin dari dukungan pemangku kepentingan daerah lokasi KKN. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, yang juga merupakan alumni Universitas Padjadjaran, mengapresiasi pelaksanaan KKN Unpad di wilayahnya dan meyakini kehadiran mahasiswa akan memberikan makna, manfaat, serta dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan kesiapan Kabupaten Indramayu untuk mendukung pelaksanaan KKN Unpad. Ia menilai kehadiran mahasiswa Unpad merupakan kesempatan strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Program KKN Universitas Padjadjaran Tahun 2026 akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, mulai 10 Januari hingga 11 Februari 2026, dengan fokus pada penanganan kemiskinan dan pengelolaan sampah. Sebanyak 3.382 mahasiswa bersama 203 dosen pembimbing akan melaksanakan KKN di 46 kecamatan, dengan rincian 157 desa di Kabupaten Indramayu dan 46 desa di Kabupaten Sumedang. Seluruh peserta KKN telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan selama kegiatan berlangsung.

Melalui keterlibatan aktif alumni yang terus berkontribusi dalam berbagai peran profesional dan sosial, Universitas Padjadjaran menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi kegiatan pembelajaran mahasiswa yang berdampak sosial. Sinergi antara perguruan tinggi, alumni, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong terwujudnya desa yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

Sumber Foto : Spektrum

Share this: