IKA Unpad Bandung 2026: Ketika Alumni Berkumpul, Kota Ikut Bergerak

Ada satu hal yang selalu menarik ketika alumni berkumpul. Yang hadir bukan hanya nostalgia, tetapi juga jejaring pengalaman, gagasan, dan pengaruh yang tumbuh dari perjalanan masing masing. Di Kota Bandung, pertemuan para alumni Universitas Padjadjaran itu kembali terlihat dalam rangkaian Musyawarah Kota IKA Unpad Pengurus Kota Bandung 2026 yang digelar di Pendopo Kota Bandung.

Forum ini bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih kepengurusan baru. Lebih dari itu, Muskot menjadi ruang konsolidasi berbagai tokoh alumni lintas profesi yang selama ini berkiprah di pemerintahan, sektor publik, dunia usaha, hingga pelayanan masyarakat. Dari ruang inilah muncul satu benang merah yang terasa kuat: alumni Unpad bukan hanya hadir sebagai individu yang sukses di bidangnya masing masing, tetapi juga sebagai kekuatan kolektif yang dapat memberi dampak nyata bagi kota dan masyarakat.

Ketua IKA Unpad Pengurus Kota Bandung, Dr. Dicky Wishnumulya Rustandi, S.Sos., M.M., alumni FISIP Unpad angkatan 1994 yang kini menjabat sebagai Camat Bojongloa Kaler Kota Bandung, menilai bahwa potensi alumni Unpad di Kota Bandung sangat besar, tetapi perlu terus dipersatukan melalui ruang kolaborasi yang aktif dan berkelanjutan.

“Peran alumni Unpad yang saya rasakan sangat diperlukan dan sudah banyak berperan di Kota Bandung. Banyak alumni Unpad yang menempati posisi strategis, yang notabene melayani masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Muskot IKA Unpad Bandung 2026 mengangkat semangat Connect, Collaborate, Change Bandung sebagai ajakan untuk menghimpun kekuatan intelektual alumni agar dapat terlibat lebih aktif dalam pembangunan kota. Dicky menilai tantangan perkotaan hari ini tidak bisa diselesaikan secara parsial. Mulai dari persoalan sampah, transportasi publik, bencana hidrometeorologi, hingga pertumbuhan ekonomi membutuhkan gagasan yang terintegrasi dan kolaboratif.

“Alumni Unpad harus hadir untuk membawa gagasan konkret dalam mengoptimalkan tata kelola perkotaan yang lebih berkelanjutan,” katanya.

Pandangan serupa juga disampaikan Dewan Penasehat IKA Unpad, MQ Iswara. Menurutnya, kontribusi alumni Unpad terhadap Kota Bandung selama ini sudah sangat signifikan. Banyak alumni yang terlibat di pemerintahan, legislatif, maupun sektor swasta, sehingga kehadiran alumni secara langsung turut mewarnai perkembangan kota.

“Saya melihat para alumni yang ada khususnya di Kota Bandung itu memberikan kontribusi yang signifikan. Baik di pemerintahan maupun sektor sektor lainnya,” ujar Iswara.

Namun bagi Iswara, peran alumni tidak berhenti pada kontribusi individual. Ia menekankan pentingnya membangun kekuatan kolektif melalui silaturahmi dan konsolidasi organisasi yang sehat. Salah satu fondasi terpentingnya adalah membangun database alumni yang kuat dan terus diperbarui agar komunikasi serta kolaborasi antarsesama alumni dapat berjalan lebih efektif.

Selain itu, Iswara juga menyoroti pentingnya peran alumni dalam mendukung peningkatan reputasi global Universitas Padjadjaran. Menurutnya, alumni memiliki kontribusi besar terhadap berbagai indikator penilaian universitas dunia, terutama yang berkaitan dengan kualitas lulusan dan kesiapan kerja.

“Kita ketahui bahwa Unpad sekarang sedang berusaha dari ranking dunia 500 ke 300. Ada beberapa kriteria yang sebenarnya para alumni dapat ikut support, mulai dari membantu alumni muda mendapatkan pekerjaan sampai menciptakan peluang kerja,” katanya.

Kehadiran alumni dalam pembangunan kota juga disoroti oleh Khoirul Anam, Ketua KPU Kota Bandung sekaligus alumni Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad angkatan 2004. Ia melihat bahwa alumni Unpad memiliki posisi strategis di berbagai sektor pemerintahan dan pelayanan publik. Menurutnya, potensi tersebut akan jauh lebih terasa dampaknya apabila ruang silaturahmi terus dijaga.

“Sebetulnya tinggal sering kumpul, sering silaturahmi, sehingga kontribusi terhadap Kota Bandungnya bisa lebih masif lagi ke depannya,” ujar Anam.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pertemuan alumni tidak hanya melahirkan nostalgia, tetapi juga peluang untuk menciptakan pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat dan almamater.

“Dalam momen silaturahmi ada cerita, mudah mudahan juga ada peluang. Baik untuk pribadi masing masing, baik juga untuk melakukan pengabdian untuk Unpad dan juga Kota Bandung,” lanjutnya.

Melalui Muskot IKA Unpad Bandung 2026, semangat tersebut kembali dipertegas. Alumni tidak lagi dipandang sekadar sebagai individu yang pernah menempuh pendidikan di kampus yang sama, tetapi sebagai ekosistem yang memiliki daya dorong besar bagi masyarakat. Ketika jejaring alumni terhubung dengan baik, lahirlah ruang kolaborasi yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan kota.

Pada akhirnya, pertemuan para alumni ini memperlihatkan satu hal penting: hubungan dengan almamater tidak selesai setelah wisuda. Ia justru terus tumbuh melalui kontribusi, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dan di Kota Bandung, semangat itu masih terus hidup lewat langkah langkah kecil yang dilakukan bersama.

Share this: