Charity Night IKA Sadaya FIB Unpad: Solidaritas Alumni  Hadirkan Kebahagiaan Ramadan bagi Anak SLB Karya Bakti

Suasana hangat penuh kepedulian mewarnai gelaran Charity Night: Buka Puasa Bersama Anak SLB Karya Bakti yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni Sadaya FIB Universitas Padjadjaran (IKA Sadaya). Kegiatan yang berlangsung di Pawon Pitoe Resto, Sukajadi, Kota Bandung ini menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas alumni lintas fakultas Universitas Padjadjaran dalam mendukung dan memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus.

Acara ini turut mendapat dukungan luas dari para alumni berbagai fakultas, termasuk Ketua IKA FKG dan Sekretaris Jenderal IKA Faperta Unpad, yang bersama-sama hadir membawa semangat kolaborasi dan kepedulian sosial di bulan Ramadan.

Malam Kebersamaan yang Penuh Makna

Charity Night dikemas secara hangat dan meriah melalui berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari live music, lelang lukisan karya anak-anak SLB, hingga penjualan hasil kreativitas siswa seperti gantungan kunci dan kunciran rambut. Karya-karya tersebut menjadi simbol bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi besar yang layak diapresiasi dan diberdayakan.

Momentum kebersamaan semakin terasa saat dilakukan penyerahan THR sebesar Rp10.000.000 kepada para guru SLB, dilanjutkan dengan pemberian bingkisan serta santunan bagi anak-anak SLB Karya Bakti, sebelum akhirnya seluruh peserta menikmati buka puasa bersama dalam suasana kekeluargaan.

Kepedulian yang Berangkat dari Inisiatif Alumni

Penggagas kegiatan, Teh Ummy Latifah, Alumni Ilmu Sejarah FIB Unpad Angkatan 1990, menyampaikan bahwa kegiatan ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi SLB yang melayani anak-anak disabilitas dari keluarga kurang mampu.

“Kita tidak perlu memikirkan yang jauh. Di sekitar kita masih banyak yang harus ditolong. Minimal di bulan Ramadan ini kita membahagiakan mereka terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda berbagi sesaat, tetapi menjadi langkah awal gerakan alumni untuk memastikan keberlangsungan sekolah tersebut agar tidak terancam tutup akibat keterbatasan fasilitas dan minimnya pendaftar.

Lebih jauh, Teh Ummy juga mengajak alumni Unpad untuk terlibat aktif, tidak hanya melalui donasi, tetapi juga kontribusi keilmuan dan tenaga sebagai relawan.

“Potensi alumni itu besar sekali. Bisa membantu secara materi maupun nonmateri—mengajar, melatih guru, atau mendukung fasilitas pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus,” tambahnya.

Antusiasme Tinggi dari Alumni dan Anak-anak SLB

Dukungan penuh juga datang dari Kang Hendi Muchtar, Alumni Sastra Jepang FIB Unpad yang sekaligus menjadi manajer Pawon Pitoe, lokasi pelaksanaan acara. Ia menyampaikan bahwa antusiasme peserta terlihat sejak persiapan hingga acara berlangsung.

“Anak-anak SLB yang datang ternyata bukan hanya siswa aktif, alumni sekolahnya juga ikut hadir. Mereka semua terlihat sangat senang dan berbahagia,” ujarnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan alumni menjadi energi besar untuk memastikan gerakan sosial seperti ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Ia pun mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga keberlanjutan dukungan bagi sekolah dan anak-anak berkebutuhan khusus melalui berbagai program lanjutan.

Alumni untuk Dampak yang Berkelanjutan

Charity Night IKA Sadaya menjadi refleksi nyata bahwa kekuatan jejaring alumni mampu menghadirkan dampak sosial yang langsung dirasakan masyarakat. Lebih dari sekadar buka puasa bersama, kegiatan ini membuka ruang kolaborasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan guru, serta masa depan anak-anak disabilitas.

Melalui semangat from alumni, by alumni, for society, IKA Sadaya menunjukkan bahwa kepedulian alumni bukan hanya nostalgia masa kampus, tetapi juga aksi nyata menghadirkan harapan.

Ramadan kali ini pun menjadi pengingat bahwa solidaritas alumni dapat menjadi cahaya bagi mereka yang membutuhkan—dan bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya ketika dilakukan bersama. 

Share this: