Alumni Kembali Berbagi Perspektif, Menyambungkan Kampus dan Industri di Dies Natalis AdBis ke-27 

Suasana Bale Sawala Universitas Padjadjaran pada Kamis, 16 April 2026 terasa berbeda. Dalam rangka Dies Natalis ke-27 Program Studi Administrasi Bisnis FISIP Unpad, ruang akademik tidak hanya diisi oleh teori dan diskusi, tetapi juga oleh pengalaman nyata dari para alumni yang kembali ke kampus—bukan sekadar sebagai tamu, melainkan sebagai sumber inspirasi.

Melalui kegiatan Studium General bertajuk “The Future of Banking: Artificial Intelligence, Fintech Disruption, and the New Financial Landscape”, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mendengar langsung perspektif dari para praktisi yang telah lebih dulu menapaki dunia profesional. Hadir dalam forum ini Aquarius Rudianto, Direktur Network & Retail Funding PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, serta Firman Syah, Branch Manager Bank Syariah Indonesia KCP Surapati, yang juga merupakan alumni Administrasi Bisnis Unpad angkatan 2001.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa hubungan antara alumni dan almamater tidak berhenti setelah kelulusan. Justru, di titik inilah kontribusi baru dimulai.

Dari Industri ke Kampus: Perspektif Nyata tentang Masa Depan

Dalam pemaparannya, Aquarius Rudianto menyoroti bagaimana industri perbankan tengah bergerak dalam perubahan yang sangat cepat. Perkembangan artificial intelligence dan disrupsi fintech bukan lagi sekadar wacana, tetapi telah menjadi realitas yang membentuk ulang lanskap keuangan global.

“The future is now.”

Kalimat tersebut menjadi penegasan bahwa dunia kerja tidak menunggu kesiapan siapa pun. Perubahan terjadi sekarang, dan setiap individu dituntut untuk mampu beradaptasi sejak hari ini.

Namun, yang paling membekas bukan hanya pembahasan industrinya, melainkan cerita personal di balik perjalanan kariernya. Aquarius menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan tidak selalu menentukan arah akhir seseorang. Perjalanan kariernya yang melintasi berbagai fungsi—dari kredit, risk management, hingga posisi strategis di level direksi—menjadi refleksi bahwa fleksibilitas dan kemauan belajar adalah kunci.

Ia juga menekankan pentingnya membangun fondasi diri sejak dini.

“Kita harus sadar bahwa apa yang kita lakukan hari ini sedang membentuk masa depan kita.”

Pesan tersebut terasa relevan bagi mahasiswa yang tengah berada di fase awal perjalanan, bahwa proses kecil hari ini akan menentukan posisi mereka di masa depan.

Belajar Melihat Perubahan sebagai Tantangan, Bukan Ancaman

Lebih jauh, Aquarius mengajak mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga membangun kualitas yang lebih mendasar. Ia menyebutkan pentingnya memiliki growth mindset, kemampuan analitis, relasi yang kuat, serta pengalaman organisasi sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja yang dinamis.

Dalam analoginya, dunia profesional diibaratkan seperti maraton. Ketika tidak melihat pesaing, bukan berarti kita bisa berjalan santai, justru sebaliknya—kita harus terus berlari dan meningkatkan kapasitas diri.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh titik awal, melainkan oleh konsistensi dalam bertumbuh.

Alumni Berbagi, Mahasiswa Belajar

Sementara itu, Firman Syah hadir dengan perspektif yang lebih dekat dengan realitas mahasiswa yang akan segera lulus. Sebagai alumni Administrasi Bisnis, ia memahami betul fase transisi dari dunia kampus ke dunia kerja.

Dalam sesi wawancara, ia menyampaikan kebahagiaannya bisa kembali ke kampus dan berbagi dengan adik-adik mahasiswa.

“Senang sekali rasanya dan bangga bisa berbagi dengan adik-adik mahasiswa yang saat ini masih menempuh kuliah.”

Bagi Firman, pengalaman alumni bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dibagikan. Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu mempersiapkan diri tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi kompetensi dan karakter.

“Terus tingkatkan skill, competitiveness, jaga integritas, dan bangun networking dari sekarang.”

Menurutnya, networking menjadi salah satu kunci penting yang sering kali baru disadari setelah lulus. Padahal, relasi yang dibangun sejak masa kuliah dapat menjadi pintu bagi berbagai peluang di masa depan.

Kampus sebagai Ruang Pertemuan Dua Dunia

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kampus dapat menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik dan dunia profesional.

Mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang tantangan industri, sementara alumni mendapatkan ruang untuk kembali dan berkontribusi. Interaksi ini menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih utuh, di mana teori bertemu dengan praktik.

Di sisi lain, kehadiran alumni juga membawa pesan yang lebih dalam: bahwa perjalanan setelah lulus bukanlah akhir dari hubungan dengan kampus, melainkan awal dari bentuk kontribusi yang berbeda.

Ketika Alumni Kembali, Inspirasi Menjadi Nyata

Dies Natalis ke-27 Administrasi Bisnis Unpad tidak hanya menjadi perayaan usia, tetapi juga refleksi tentang peran alumni dalam perjalanan institusi. Melalui kehadiran Kang Aquarius dan Kang Firman, mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga melihat contoh nyata dari perjalanan yang mungkin suatu hari akan mereka tempuh.

Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, satu hal yang tetap relevan adalah pentingnya berbagi. Karena pada akhirnya, ilmu dan pengalaman akan menemukan maknanya ketika dibagikan kembali.

“Mari kita kembali ke kampus untuk saling berbagi.”

Dan mungkin, di situlah esensi dari menjadi seorang alumni—bukan hanya tentang sejauh mana kita melangkah, tetapi sejauh mana kita kembali untuk memberi.

Share this: