Kolaborasi Unpad–LPS: Ketika Alumni Menjadi Jembatan antara Kampus dan Dunia Profesional

Universitas Padjadjaran (Unpad) menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Executive Lounge Unpad Dipatiukur. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi negara, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia serta peningkatan literasi keuangan.

Penandatanganan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua institusi, di antaranya Ketua Dewan Komisioner LPS Prof. Dr. Anggito Abimanyu, Wakil Ketua DK LPS Farid Azhar Nasution, Anggota Dewan Komisioner Doddy Zulverdi, Direktur Eksekutif Hukum LPS Ary Zulfikar, serta Kepala Divisi Administrasi dan Perencanaan Hubungan Lembaga Ervina T. Purba. Dari pihak Unpad, turut hadir Rektor Prof. Arief S. Kartasasmita, Wakil Rektor Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan dan Prof. Rizky Abdulah, serta pimpinan fakultas dan unit terkait .

Kerja sama ini mencakup berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas akademik dan kesiapan lulusan, di antaranya pemberian beasiswa, program magang bagi mahasiswa dan dosen, pendanaan riset, dukungan tugas akhir, serta penguatan edukasi dan literasi terkait peran LPS. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang keterlibatan praktisi LPS dalam kegiatan akademik, sehingga dapat memperkaya perspektif pembelajaran di lingkungan kampus.

Dalam implementasinya, program magang menjadi salah satu bentuk kerja sama yang memiliki dampak langsung bagi mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memahami peran strategis LPS dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Di sisi lain, dukungan terhadap riset dan tugas akhir memungkinkan mahasiswa untuk mengkaji isu-isu aktual yang relevan dengan kebutuhan industri.

Kolaborasi ini juga memberikan manfaat bagi tenaga pendidik, melalui peluang magang dosen yang dapat memperkuat keterkaitan antara teori dan praktik. Dengan demikian, proses pembelajaran di kampus diharapkan menjadi lebih kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan industri.

Peran alumni menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat implementasi kerja sama ini. Kehadiran alumni yang saat ini berkiprah di LPS memberikan nilai tambah karena mereka memiliki pemahaman yang utuh terhadap kebutuhan kampus sekaligus dinamika institusi.

Salah satunya adalah Ary Zulfikar, alumni Fakultas Hukum Unpad angkatan 1989 yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Hukum LPS. Dalam wawancara, ia menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di kampus dengan kebutuhan institusi.

“Dengan adanya kerja sama ini, kita ingin menjembatani kebutuhan kampus dalam pengembangan SDM, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk berkontribusi di LPS,” ujarnya .

Ia juga menekankan pentingnya pengalaman praktis, seperti program magang, sebagai bagian dari proses persiapan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Menurutnya, pengalaman tersebut akan memberikan gambaran nyata mengenai dinamika profesional yang akan dihadapi setelah lulus.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ervina T. Purba, alumni Hubungan Internasional Unpad angkatan 2006 yang saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Administrasi dan Perencanaan Hubungan Lembaga LPS. Ia menilai bahwa keterlibatan alumni dalam kerja sama ini tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga memiliki dimensi emosional sebagai bagian dari hubungan yang berkelanjutan dengan almamater.

“Sebagai alumni Unpad, rasanya bangga sekali… ada kerinduan yang tidak bisa diungkapkan ketika kembali mengurus kerja sama dengan Unpad,” ungkapnya .

Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara institusi menjadi lebih kuat ketika didukung oleh keterlibatan alumni yang memiliki kedekatan dengan kedua belah pihak.

Secara lebih luas, kerja sama antara Unpad dan LPS juga mencerminkan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung institusi negara, khususnya dalam pengembangan literasi keuangan dan penyediaan talenta yang kompeten. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun pemahaman publik melalui mahasiswa sebagai agen perubahan.

Di sisi lain, bagi Unpad, kolaborasi ini membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk terhubung dengan dunia industri, sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan profesional.

Pada akhirnya, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan hubungan jangka panjang yang berkelanjutan. Keterlibatan alumni dalam proses ini menjadi elemen penting yang memperkuat konektivitas antara kampus dan institusi.

Dengan demikian, kolaborasi antara Unpad dan LPS diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dan alumni saat ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan sumber daya manusia yang lebih berkualitas di masa depan.

Share this: