Universitas Padjadjaran kembali mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem kolaborasi lintas sektor melalui penyelenggaraan Employer Meeting: Unpad Talent & Employer Partnership Summit 2026 yang digelar di Bale Sawala, Kampus Unpad Jatinangor, Senin, 18 Mei 2026. Diselenggarakan oleh Kantor Kemitraan Alumni dan Dana Abadi Universitas Padjadjaran, kegiatan ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan kampus, alumni, pemerintah, dan industri dalam satu visi besar yaitu menyiapkan talenta masa depan yang adaptif, unggul, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.
Tidak sekadar menjadi forum seremonial, Employer Meeting 2026 hadir sebagai ruang konsolidasi gagasan sekaligus langkah nyata untuk memperkuat konektivitas antara pendidikan tinggi dengan dunia profesional. Tema “Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global” terasa nyata melalui berbagai agenda strategis yang berlangsung sepanjang kegiatan, mulai dari penandatanganan kerja sama, forum diskusi industri, penghargaan mitra strategis, hingga penguatan dukungan beasiswa dan Dana Abadi Unpad.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pimpinan industri, termasuk Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI sekaligus alumni Unpad, Rini Widyantini, Menteri Transmigrasi RI sekaligus alumni Unpad, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI Prof. Cris Kuntadi, serta Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata. Hadir pula para pemimpin perusahaan dan praktisi industri dari berbagai sektor yang banyak di antaranya merupakan alumni Universitas Padjadjaran.
Di antara tokoh alumni yang turut hadir dan berkontribusi dalam forum ini antara lain Tina T. Kemala Intan selaku HR Director PT Pupuk Indonesia (Persero), Herdy Harman sebagai Chief Human Capital & Digital Officer InJourney, Dwiana Kusuma Wardhani selaku Direktur Human Capital Bio Farma Persero, M. Rozi Rinjayadi sebagai Plt. Direktur Utama PT Hakaaston, Khairi Pandya Adhikara selaku Executive OD Specialist Star Capital dan Sekjen IKAPSI Unpad, Nur Anugerah sebagai Founder Generasi Cakap dan IKAPSI, hingga Helitha Novianty Muchtar selaku Direktur Pengelolaan Bisnis Universitas Padjadjaran. Kehadiran mereka memperlihatkan bagaimana alumni Unpad kini mengambil peran penting di berbagai sektor strategis nasional sekaligus tetap menjaga keterhubungan dengan almamater.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief S. Kartasasmita menegaskan bahwa Employer Meeting bukan hanya tentang mempertemukan kampus dengan industri, tetapi juga memastikan bahwa kemajuan dan kualitas lulusan Unpad benar benar relevan serta diakui di dunia kerja.
“Pertemuan hari ini adalah untuk bisa melakukan sinergi dan konsolidasi, bagaimana keputusan yang ada di Unpad betul betul diakui kemajuannya di dunia kerja, di dunia pengguna lulusan, dan di dunia masyarakat secara umum,” ujarnya.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding antara Universitas Padjadjaran dan Kementerian Ketenagakerjaan RI. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, penguatan pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, hingga penguatan riset dan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Prof. Cris Kuntadi, menekankan bahwa tantangan dunia kerja hari ini tidak lagi cukup dijawab hanya dengan ijazah, tetapi juga keterampilan yang relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Industri itu butuh skill, bukan hanya school. Kalau school-nya sudah ada dari lulusan Unpad dan skill-nya juga bagus, insyaallah akan diterima di dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama antara Kemnaker dan Unpad akan membuka banyak peluang konkret bagi mahasiswa maupun alumni, mulai dari pelatihan kompetensi, program magang, penguatan riset, hingga akses pengembangan karier melalui berbagai platform ketenagakerjaan yang dimiliki Kemnaker.
Selain penguatan kolaborasi dengan pemerintah, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi penguatan dukungan terhadap mahasiswa melalui peluncuran website Dana Abadi Universitas Padjadjaran serta penyerahan berbagai program beasiswa. Pada kesempatan tersebut, Unpad menyalurkan Beasiswa Dana Abadi Unpad dengan total nilai lebih dari Rp1,6 miliar, sekaligus menyerahkan Beasiswa Ikatan Alumni Unpad yang digagas bersama BEM Kema Unpad dan IKA Unpad kepada puluhan mahasiswa penerima manfaat.
Peluncuran website Dana Abadi menjadi bagian dari langkah transformasi dan transparansi pengelolaan dana berkelanjutan universitas. Inisiatif ini sekaligus memperlihatkan bagaimana keterlibatan alumni dan mitra strategis menjadi elemen penting dalam menjaga akses pendidikan dan mendukung pengembangan kualitas akademik Unpad di masa depan.
Semangat kolaborasi juga terasa kuat melalui pemberian HR Award kepada sejumlah mitra strategis yang selama ini aktif mendukung pengembangan talenta Unpad. Penghargaan diberikan kepada berbagai institusi dan perusahaan seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Kementerian Transmigrasi RI, Bank Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Toyota Astra Motor, PT Grab Teknologi Indonesia, PT Paragon Technology and Innovation, hingga Enesis Group.
Bagi Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, penghargaan yang diterima kementeriannya merupakan bentuk nyata dari kolaborasi yang telah dibangun bersama Universitas Padjadjaran selama ini, khususnya melalui program Transmigrasi Patriot.
“Penghargaan yang kami terima adalah bentuk dari kolaborasi nyata dan kontribusi Unpad untuk negeri,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa dan alumni Unpad dalam membantu pengembangan kawasan transmigrasi di berbagai daerah Indonesia. Menurutnya, pembangunan wilayah tidak akan berjalan optimal tanpa pembangunan manusianya.
“Tidak mungkin suatu daerah berkembang tanpa SDM yang berkualitas. Karena itu kami berharap anak muda Unpad mau hadir di kawasan kawasan transmigrasi dan membantu masyarakat dengan tulus,” katanya.
Sementara itu, Menteri PANRB RI Rini Widyantini yang juga merupakan alumni Universitas Padjadjaran menyoroti pentingnya keterlibatan alumni dalam memperkuat almamater dan membuka peluang bagi generasi berikutnya.
“Sebagai alumni Universitas Padjadjaran, saya berharap seluruh alumni terus mendukung setiap program Unpad sebagai bagian dari kecintaan kita kepada kampus ini,” ujarnya.
Ia juga mengajak para alumni yang kini bekerja di berbagai instansi maupun perusahaan untuk turut membuka peluang dan ruang berkembang bagi lulusan Unpad di dunia profesional.
Selain sesi keynote dan penandatanganan kerja sama, Employer Meeting 2026 juga menghadirkan Focus Group Discussion dan panel diskusi yang mempertemukan berbagai pemimpin industri, praktisi HR, akademisi, hingga komunitas profesional. Diskusi ini membahas tantangan pengembangan talenta masa depan, kebutuhan kompetensi industri, transformasi dunia kerja digital, hingga pentingnya sinergi antara kampus dan employer dalam membangun ekosistem karier yang berkelanjutan.
Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai pusat riset dan inovasi yang mampu membantu industri membaca tantangan masa depan.
“Unpad ini jagonya research dan inovasi. Insight dari kampus tentu sangat kami butuhkan untuk melihat tantangan sektor industri ke depan,” ujarnya.
Ia menilai bahwa hubungan antara kampus dan industri tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek, tetapi juga harus mampu membangun pipeline talenta dan solusi strategis untuk masa depan.
Employer Meeting 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi ruang temu antara universitas dan dunia kerja, tetapi juga memperlihatkan bagaimana alumni hadir sebagai jembatan penting yang menghubungkan keduanya. Dari ruang diskusi hingga kerja sama strategis, dari pengembangan talenta hingga penguatan dana abadi, seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan satu hal bahwa kemajuan universitas tidak dapat dibangun sendirian.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antara kampus, alumni, pemerintah, dan industri, Universitas Padjadjaran terus bergerak membangun ekosistem pendidikan yang berdampak, relevan, dan mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi perubahan dunia kerja global.
Dokumentasi: Kantor Komunikasi Publik









