Teknologi perlu menyediakan manfaat bagi orang-orang kurang mampu secara ekonomi dan kelompok marjinal, khususnya bagi mereka yang memiliki akses rendah kepada teknologi dan kekurangan biaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Dalam kasus ini, Aplikasi Islam Sehat berbasis android telah dirancang untuk membantu para siswa, khususnya siswa-siswa Pesantren Islam Tradisional di Indonesia. Aplikasi ini menyediakan informasi siswa mengenai prosedur hidup bersih dan sehat dan peluang untuk berinteraksi dengan dokter serta guru melalui forum virtual. Penelitian ini bertujuan mengukur respons dari para siswa Pesantren Islam Tradisional di Indonesia terhadap aplikasi dan mengukur pengaruhnya terhadap peningkatan pengetahuan rata-rata mengenai kesehatan. Sebuah desain eksperimen dilakukan terhadap 134 siswa dari lima Pesantren Islam Tradisional dari empat kecamatan di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan kuesioner secara luring dan daring berdasarkan model EUCS dan Nielsen untuk mengetahui respons terhadap aplikasi dan model retrieval knowledge untuk menentukan peningkatan pengetahuan pasca-eksperimen. Pemrosesan data menggunakan uji Z dan uji T dengan nilai penolakan p berada pada nilai 01. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi Islam Sehat memiliki tingkat penggunaan, kemudahan penggunaan, kemudahan untuk dipelajari, dan kepuasan pengguna dengan signifikansi yang tinggi (Z = 38.87, p = .01.). Aplikasi ini juga memiliki nilai rata-rata yang tinggi (Z = 28.56, p = .01.) dari pengukuran aspek tampilan dan desain. Hal ini pun turut mempengaruhi peningkatan pengetahuan tentang prosedur hidup bersih dan sehat (t = 9,414, p = .01.). Hasil penelitian membuka peluang bagi pengembangan model penggunaan gawai dalam proses pembelajaran di lingkungan Pesantren Islam Tradisional.
Keyword(s): Islam Sehat, Pesanten Islam, Pembelajaran, Smartphone, Aplikasi Website