Penelitian bertujuan menganalisis berita “Aksi Damai” atau “Peaceful Protest” yang terbit pada tanggal 2 Desember 2016 di Jakarta berkaitan dengan gubernur petahana Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, atas kasus penistaan agama. “Aksi Damai 212” merupakan sebuah protes yang diselenggarakan oleh sekelompok Muslim garis keras yang menentang Ahok, seorang Kristen keturunan Tionghoa. Ahok dituding melakukan penistaan terkait pernyataannya tentang politisi yang memanfaatkan ayat suci Al-Qur’an, untuk memenangkan pilkada. Penelitian menggunakan sebuah konsep mediatisasi dengan metode kuantitatif dan kualitatif untuk mengumpulkan data melalui analisis konten, observasi, dan wawancara. Subjek penelitian meliputi dua media online di Indonesia, yaitu Republika.co.id dan Metrotvnews.com. Berita dari Republika.co.id dan Metrotvnews dikumpulkan sejak 28 November hingga 4 Desember 2016. Di Indonesia, Republika.co.id dianggap sebagai media yang berorientasi pada agenda Muslim, sementara Metrotvnews.com berorientasi pada agenda nasionalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Republika.co.id maupun Metrotvnews.com membangun sebuah logika media atau mediatisasi berkaitan dengan kasus penistaan Agama Ahok. Republika.co.id menekankan sebuah naratif tentang logika ketuhanan dan kesalehan, sedangkan Metrotvnews.com membangun narasi tentang pentingnya persatuan bangsa dan logika politik hukum. Substansi penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya sosialisasi nilai-nilai toleransi dan menghargai nilai-nilai luhur kemanusiaan dalam masyarakat multikultural harus terus dilakukan.
Keyword(s): Mediatisasi, Media online, Islam, Konflik, Politik