Momentum Ramadan kembali menjadi ruang temu yang hangat bagi para alumni Universitas Padjadjaran. Pada Sabtu, 14 Maret 2026, melalui kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan diskusi bertema “Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Melalui Lembaga Keuangan Syariah dalam Rangka Meningkatkan Manfaat untuk Kemaslahatan Umat Islam”, para alumni tidak hanya berkumpul untuk bersilaturahmi, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi dan kolaborasi untuk kebermanfaatan yang lebih luas.
Diselenggarakan di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, kegiatan ini mempertemukan berbagai lintas generasi alumni dalam suasana yang hangat, akrab, dan penuh semangat kebersamaan. Ramadan menjadi pengikat emosional yang kuat, sekaligus membuka ruang dialog strategis yang relevan dengan kebutuhan umat saat ini.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini mencerminkan bagaimana jejaring alumni terus hidup dan berkembang. Kehadiran para alumni dari berbagai sektor memperlihatkan bahwa hubungan yang terbangun sejak masa kampus tetap terjaga, bahkan berkembang menjadi kolaborasi yang berdampak.
Diskusi yang berlangsung menghadirkan sejumlah tokoh alumni dan pemangku kepentingan strategis, di antaranya Dr. Ferry Juliantono selaku Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah, Dr. Indra Gunawan sebagai Anggota Badan Pelaksana BPKH, serta Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid sebagai Ketua BAZNAS RI. Turut hadir pula Sekretaris Jenderal IKA Unpad, Yhodhisman Soratha, yang selama ini aktif mendorong berbagai inisiatif strategis alumni.
Pertemuan ini menjadi ruang bertemunya gagasan dan pengalaman, khususnya dalam mengoptimalkan potensi dana umat melalui lembaga keuangan syariah. Isu-isu yang diangkat tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga berorientasi pada implementasi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Namun, semangat kebermanfaatan alumni tidak berhenti pada ruang diskusi. Berbagai inisiatif nyata terus diupayakan dan dijalankan secara berkelanjutan. Selama Ramadan, alumni berkontribusi melalui program berbagi makanan berbuka puasa bagi mahasiswa di Jatinangor, yang secara konsisten menjangkau puluhan hingga ratusan penerima setiap harinya.
Selain itu, perhatian terhadap akses pendidikan juga diwujudkan melalui program beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan, dengan puluhan penerima yang telah melalui proses seleksi. Upaya ini menjadi bukti bahwa alumni tidak hanya hadir sebagai jejaring profesional, tetapi juga sebagai ekosistem yang saling mendukung dan menguatkan.
Lebih jauh, gagasan besar juga terus didorong, seperti rencana pembangunan tower asrama mahasiswa melalui skema koperasi untuk menjawab kebutuhan hunian mahasiswa yang masih tinggi. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana alumni berperan aktif dalam menghadirkan solusi konkret terhadap kebutuhan mahasiswa saat ini.
Di sisi lain, penguatan ekosistem ekonomi juga diwujudkan melalui berbagai inisiatif kewirausahaan, termasuk pengembangan platform marketplace alumni sebagai wadah kolaborasi dan pemberdayaan ekonomi.
Keseluruhan rangkaian kegiatan ini memperlihatkan satu benang merah yang kuat: bahwa kekuatan alumni Universitas Padjadjaran tidak hanya terletak pada jumlahnya yang besar, tetapi pada komitmennya untuk terus memberi manfaat.
Silaturahmi yang terjalin dalam suasana Ramadan menjadi fondasi yang memperkuat rasa memiliki antar alumni. Dari kebersamaan tersebut lahir berbagai gagasan, kolaborasi, dan aksi nyata yang berdampak, tidak hanya bagi sesama alumni, tetapi juga bagi mahasiswa dan masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, semangat gotong royong dan kebermanfaatan kembali ditegaskan—bahwa alumni tidak hanya terhubung oleh masa lalu yang sama, tetapi juga oleh visi bersama untuk terus berkontribusi bagi masa depan.